
gambar di atas punya siapa entah. ada hak cipta atau tidak aku tak tahu
Sama seperti halnya kebahagiaan. Kesedihan juga bisa dirasakan secara sederhana dan tak terduga. Bahkan dalam waktu/momen atau alasan-alasan dimana kamu sebenarnya tidak seharusnya merasakan kesedihan. Malah juga di waktu di mana kamu tersenyum, 5 menit kemudian kamu bisa merasakan kesedihan. Emosi sesaat bisa menjadi tidak terduga. Ajaib memang.
Video ini diupload oleh entah siapa dan entah mengapa juga saya ingin sekali menyisipkan video ini di sini. Ajaib memang (2).
Akhirnya band lokal favorit saya mem-bebasunduh-kan karya mereka di Cerebro ini setelah rilisan fisik mereka yang hanya diproduksi 40 buah habis dalam 6 jam. Rilisan ini dibantu oleh Yes No Wave Music dalam distribusi secara digital nya.
Deskripsi mengenai album ini, baca saja liner note luar biasa dari Keke Tumbuan di halaman Yes No Wave ini. Segan.
Jadi minggu lalu saya menyambangi 3 gigs dalam seminggu itu. Selasa menyaksikan aksi Zoo untuk pertama kalinya di Safehouse, Sabtu liat Coup de Neuf di IFI dan Minggu nya giliran Efek Rumah Kaca di Bober Tropica. Bukan berlebihan tapi memang semua itu acaranya mantap… Yea!
Pertama, acara di Safehouse (sampai sekarang saya gatau nama acaranya apa. Padahal di gelang yang dikasih masuk ada namanya ngan poho ahay), Selasa 22 Januari 2013. Ini acara saya datangi hanya sebagai pelampiasan atas rasa penasaran saya terhadap band liar asal Yogyakarta, Zoo. Dan untungnya ada Sigmun juga, band gawat untuk penampilan live-nya versi saya. Saya sendiri baru datang ke acara ini tepat saat Sigmun akan tampil. Dan di dalam ruangan yang cukup kecil dan pengap karena banyaknya orang yang penasaran juga sama aksi si Sigmun ini, mereka (Sigmun) berhasil bikin suasana makin hareudang. Ini juga kali pertama sejak terakhir saya liat mereka di Bukit Moko beberapa bulan lalu. Dan yak, mereka makin gawat. Snare drum menjadi saksi bisu keganasan mereka. Jebol secara harfiah sob. Sampai yang punya acara ngabarin lewat halo-halo “Punten buat band selanjutnya yang main yang punya snare drum dan boleh dipinjemin, kami minjem. Ini snare nya jebol….” Kumaha teu edan.
Beres Sigmun sebenernya ada 2 band lagi yang main sebelum si bintang tamu utama. Tapi gatau kenapa saya kurang tertarik dan lebih memilih untuk sekedar selow selow sederhana sembari ngangin di luar venue. Ehe punten buat yang main bukan maksud tidak menghormati. Nah tiba-tiba sekitar jam setengah 9an kalo ga salah, kedenger suara aneh-aneh dari dalem, dan orang-orang bergegas masuk lagi ke dalam venue, pertanda si Zoo mulai naik ini. Bener weh. Venue jadi makin hareudang pengap ga keliatan apa-apa saking penuhnya. Untungnya beres 15 menit orang-orang mulai ga tahan dan beberapa pada keluar. Ha ha lemah. Ga deng. Pokonya ini kesempatan deh nyusup agak ke depan seenggaknya yang main keliatan, nggak kedenger doang. Zoo sendiri main sekitar 30-45 menit. Jumlah lagunya gatau pasti soalnya lagu mereka pendek-pendek gitu. Sepanjang mereka main gatau kenapa saya ngerasa ini luar biasa. Liar bener-bener liar. Vokalisnya kadang nyanyi tiba-tiba teriak tiba-tiba bisik gitu wah kacau lah pokonya. Kaya pemujaan gitu ha ha. Orang-orangnya juga ramah jadi selow itu selama pertunjukan. Pokonya Zoo merupakan band wajib ditonton secara live buat yang suka musik-musik aneh liar ganas tapi sopan da liriknya banyak bertema kehidupan dan alam. Ah luar biasa lah!
Kedua, Coup de Neuf di FIF, Sabtu 26 Januari 2013. Ini yang spesial. Gatau kenapa asa spesial we ma aing. Pengisinya Napolleon, C.U.T.S, Hightime Rebellion, Sigmun (lagi), Themilo.
Acara dibuka oleh Napolleon. Band psikedelik rock asal SR (katanya). Mereka cukup enjoy sebenernya cuma menurut saya yang sebenernya ga bisa main alat musik mereka masih agak kurang rapih gitu. Poles dikit boleh lah jadi oke. Habis itu C.U.T.S dengan 2 wanita perkasa di depan. Mereka memang sangat perkasa salut saya ha ha. Dan ha ha lagi saya ga mau terlalu banyak komentar seputar 2 band pembuka ini. Cukup enjoy memang tapi saya ga se enjoy itu menikmatinya.
Hal yang paling utama muncul dari Hightime Rebellion. Musiknya asik biar rada gaul gitu. Suara vokalnya juga bagus menurut saya. Adem buat didengar. Kalo dikasih musik macam Florence + The Machine gitu bagus kayanya. Gatau kemaren nangkepnya jadi agak kaya pop jazzy gitu. Gatau salah pendengaran saya aha. Hightime juga cover beberapa lagu band luar yang memang terdengar tidak seperti lagu aslinya tapi tetap bagus. Patut ditunggu ini rilisannya. Eh, selain musiknya, yang patut dikagumi oleh saya malam itu adalah keringat. Geuleuh sih keringat, tapi da emang, jadi vokalisnya (punten gatau namanya) pas awal menurut saya biasa saja. Tapi masuk lagu keempat, dia mulai keringetan gitu. Dan aduh gatau kenapa jadi tiba-tiba waw banget tambah seksi apalagi sambil goyang-goyang gitu. Kagum saya aha! Beberapa kawan saya juga mengiyakan peningkatan akibat keringat itu ha ha ha. Adu duuuhhh~
Band keempat, Sigmun. Euh udahlah gausah dibahas si Sigmun mah edan teuing ha ha ha. Gila. Tapi di Coup de Neuf ini menurut saya dari 4 kali saya liat mereka langsung, ini yang paling luar biasa. Mereka kaya yang makin matang gitu. Weuh. Dan satu kutipan lewat akun twitter teman saya, nyebutin kalo malam itu nonton Sigmun kaya nonton film horror diiringi tilawatul Quran. Ha ha bener. Tapi kali ini ga ada snare drum jebol beres acara. Yang ada penonton yang kagum dan teriak-teriak minta buat mereka main lagi. Tapi da ga bisa ini bukan acara Sigmun ha ha. Sukses selalu lah Sigmun. Semoga mereka lancar jaya lah. Dan semoga orang-orang sadar ada band gaswat kaya mereka. Barokahhhhh~
Yang terakhir, Themilo. Gatau da ga nonton, saya dan rombongan keburu capek, balik deh wakak maap!
Terakhir, Efek Rumah Kaca di acara komunitas gitu di Bober Tropica. Saya datang saat satu band tampil sebelum ERK. Ternyata parah. Venue penuh, penonton di luar ditahan pihak venue ga bisa masuk. Setelah nunggu setengah jam dan beberapa orang yang puas liat band sebelum ERK main keluar, akhirnya venue bisa dibuka. Saya masuk tepat saat lagu pertama baru setengah jalan dan untung saja dari tempat saya si ERKnya masih bisa keliatan yea.
Sepanjang penampilan, ERKnya asik penontonnya asik. Jadi sik asik sik asik. Pokonya sepanjang penampilan yang sekitar 30 menit doang itu di semua lagu, kecuali lagu baru ERK “Pasar bisa Diciptakan”, penonton bernyanyi bersama termasuk saya ha ha. Ahh mereka memang selalu luar biasa! Semoga Adrian, bassisnya, lekas sembuh biar rilisan terbarunya segera muncul dan mereka bisa komplit di panggung!
Dari ketiga gigs ini setelah selesai acara entah kenapa terasa bahagia banget. Lepas semua penat perkuliahan dan segala tentang kehidupan. Anjing lah geuleuh gini bahasanya, tapi da emang kerasa bahagia gitu sampe bisa senyum sendiri kaya habis ngejamur. Mungkin benar apa kata orang-orang bahwa bahagia itu sederhana, meskipun pada akhirnya ada beberapa orang yang jadiin kata-kata itu sekedar bahan lawakan doang, tapi emang iya sederhana. Buat saya, hadir di satu gig dan menikmatinya itu merupakan salah satau sumber kebahagiaan duniawi yang luar biasa. Coba saja, siapa tau sense saya dengan yang baca ini sama. Beda mungkin sama orang yang baru bahagia kalo udah buang-buang duit ga jelas buat entah itu apa. Ya, bahagia itu memang sederhana dan harus dicari dari sumber sesederhana mungkin. Dan buat saya sekali lagi, gig musik adalah sumber kebahagiaan terbaik. WEUDEUH ANJEEENG KATA-KATANYA MANTEP MASBOOOY~
*maaf ga ada dokumentasi acara ehe